Aktualisasi Pancasila dalam Mengurangi Tindak Kekerasan

“Upaya untuk memecahkan berbagai permasalahan yang menimpa bangsa ini harus terus dilakukan, salah satunya adalah bagaimana menekan dan mengurangi tindak kekerasan yang menimpa masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan upaya aktualisasi nilai-nilai Pancasila pada anak bangsa”, demikian penuturan Surono,M.A. pada acara Forum Komunikasi Kebangsaan Bagi Aparat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan generasi muda di Desa Wonokerto, Turi, Sleman, pada tanggal 18 April 2017.

read more

Baca selengkapnya

Mendesak!! Pancasila dimasukkan dalam Mata Pelajaran lagi

Pusat Studi Pancasila UGM bekerjasama dengan P4TK IPS dan PKN Malang menyelenggarakan FGD Kajian Pendidikan Kewarganegaraan pada tanggal 20 April 2017.

Dalam FGD pendidikan kewarganegaraan di latarbelakangi oleh semangat memasukkan kembali Pancasila sebagai mata pelajaran di sekolah. Mengembalikan pancasila sebagai mata pelajaran adalah dengan mengganti PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dengan PPKn (Penddidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Hal ini disebabkan oleh termarjinalkannya pendidikan PKn dan IPS, sistem pendidikan nasional terlalu fokus kepada aspek kognitif. Selain itu, pada mata pelajaran PKn dan IPS terjadi krisis inovasi dan pembaruan materi pembelajaran yang kurang harmoni atau kurang sejalan dengan praktek sosial dalam masyarakat.  Problem yang juga tidak kalah penting adalah terjadinya kerapuhan birokrasi (tidak konsisten) yang mengatur implementasi pendidikan PKn dan IPS, serta terjadi kerapuhan substansi yaitu gagalnya transfer nilai yang seharusnya dapat membentuk karakter ke-Indonesiaan-an bagi peserta didik.
Peserta FGD yang menymbangkan pemikiran pada kegiatan ini adalah adalah    Dr. Achmad Rizali, M.Sc (Staf Khusus Mendikbud), Prof.Ir. Nizam, M.Sc,DIC, Ph.D (Balitbang Kemendikbud), Dr. Heri Santoso (Kepala PSP UGM),  Prof. Dr. Kaelan, M.S (Pakar Pancasila),  Dr. Darmaningtyas (Praktisi Pendidikan), Drs. M. Muhadjir, M.A (Kepala PPPPTK IPS dan PKn Malang),  Akhmadi, M.M (PPPPTK IPS dan PKn Malang), Drs. Djoko Winarjanto, M.M (PPPPTK IPS dan PKn Malang),  Supardi, SE (PPPPTK IPS dan PKn Malang), dan  Yudi Setianto, M.Pd (PPPPTK IPS dan PKn Malang)

read more

Baca selengkapnya

Peran Pramuka dinanti!, Sebagai Integrator Kebangsaan

Selasa, (21/3/2017) Pusat Studi Pancasila UGM menyelenggarakan Diskusi Seri Pemikiran  Pancasila dengan tema: “Mempertegas Peran Pramuka dalam Upaya Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila di Perguruan Tinggi: Hambatan dan Tantangan”, di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, kegiatan ini menghadirkan narasumber Slamet Riyadi, D dari UKM Pramuka. Organisasi Pramuka sejak lama ada sering di pandang sebelah mata dan kurang mendapatkan perhatian dari kalangan muda. Pramuka dianggap organisasi “jadul”, konvensional, dan terkesan kuno karena image Pramuka selalu identik dengan kemah dan acara jejak petualang.
Menurut Slamet, Pemikiran orang atau mahasiswa tentang Pramuka di Perguruan Tinggi pada era sekarang ini menunjukkan bahwa mengikuti organisasi terkadang menyita waktu karena mahasiswa sekarang ini beranggapan bahwa mereka belajar di Perguruan Tinggi adalah bukan untuk ikut Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) tetapi untuk kuliah atau belajar. Tetapi sebagian lagi berpandangan orang ikut UKM mereka berpandangan bahwa dengan ikut UKM mereka mencari pengalaman, menambah curriculum Vitae, untuk mendapatkan pengalaman kerja, dll. Realitasnya, apa yang dialami UKM Pramuka di UGM juga mendapatkan dampaknya dari jumlah mahasiswa UGM yang masuk setiap tahunnya sekitar 9000 mahasiswa pada tahun 2016 yang terlibat dan ikut Pramuka UGM hanya sekitar 45-50 orang dan yang aktif 30 orang.  Dalam organisasi Kepramukaan hal yang menarik ialah di dalam Hymne Pramuka telah secara jelas dituliskan sebagai berikut:

read more

Baca selengkapnya

Pengumuman Program Mahasiswa Magang

DAFTAR MAHASISWA YANG DITERIMA MAGANG

(Periode Maret – Juni 2017)

Setelah melalui berbagai pertimbangan, antara lain:

  1. Minat
  2. Keahlian
  3. Latar belakang pendidikan
  4. Pemberian kesempatan belajar
  5. Dll

Maka diputuskan beberapa nama di bawah ini untuk mengikuti program magang mahasiswa di PSP UGM periode 20 Maret 2017 – 20 Juni 2017:

No Nama Posisi Jurusan/Fakultas
1 Izzatin Aulia Program Filsafat
2 Muhammad Fajar Nuraglis Saarin Desainer/ layout Bahasa Mandarin – Sekolah Vokasi
3 Sindy Adam Khoirunnisak Arsiparis Kearsipan – Sekolah Vokasi
4 Reksaning Akhid Program Fakultas Teknologi Pertanian

Mohon diperhatikan:

Seluruh mahasiswa calon magang yang diterima dimohon untuk datang ke PSP hari jumat (17 Maret 2017) jam 13.30 WIB

Catatan:

Kalau pada hari yang ditentukan tidak bisa hadir maka kesempatan akan diberikan kepada kandidat yang lain

read more

Baca selengkapnya

Kegiatan Pusat Studi Pancasila

Penelitian

Mengadakan penelitian terhadap praktek hidup keagamaan, hukum, ekonomi, sosial, politik, ketahanan nasional, hak-hak asasi manusia, budaya nusantara dan teknologi

Seminar & Diskusi

Mengadakan seminar, diskusi dan studi banding nasional, regional dan internasional mengenai Pancasila.

Penerbitan

Menerbitkan jurnal, buku-buku tentang Pancasila dan hasil-hasil kajian dari kegiatan Pusat Studi Pancasila.

Kerjasama

Menjalin kerjasama dengan kelompok studi para pakar dari berbagai disiplin ilmu, dalam rangka pengembangan konsep filsafat Pancasila yang bersifat multidisipliner.

Agenda PSP UGM

28 Feb

Diskusi Seri Pemikiran Pancasila (8)

Tema: Restorasi Kebudayaan Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila
Narasumber: Dr. Sriyono (Dosen ISI Yogyakarta)
Tempat: Pusat Studi Pancasila UGM
Hari: Selasa, 28 Februari 2017

Profil PSP UGM

Pusat Studi Pancasila berdiri sejak 12 Juli 1995 ditetapkan melalui Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor: UGM/87/3966/UM/01/37. PSP memiliki core research tentang kebangsaan, ideologi, citizenship, sejarah bangsa, dan pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan utama PSP mencakup penelitian, kajian, training, dan diskusi rutin. Sebagai lembaga riset yang berbasis pada ideologi, PSP memiliki peran yang strategis dalam mewacanakan, mengembangkan, dan membudayakan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara akademik maupun secara praktis.

Berita Lain

Peran Pramuka dinanti!, Sebagai Integrator Kebangsaan

Selasa, (21/3/2017) Pusat Studi Pancasila UGM menyelenggarakan Diskusi Seri Pemikiran  Pancasila dengan tema: “Mempertegas Peran Pramuka dalam Upaya Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila di Perguruan Tinggi: Hambatan dan Tantangan”, di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, kegiatan ini menghadirkan narasumber Slamet Riyadi, D dari UKM Pramuka. Organisasi Pramuka sejak lama ada sering di pandang sebelah mata dan kurang mendapatkan perhatian dari kalangan muda. Pramuka dianggap organisasi “jadul”, konvensional, dan terkesan kuno karena image Pramuka selalu identik dengan kemah dan acara jejak petualang.
Menurut Slamet, Pemikiran orang atau mahasiswa tentang Pramuka di Perguruan Tinggi pada era sekarang ini menunjukkan bahwa mengikuti organisasi terkadang menyita waktu karena mahasiswa sekarang ini beranggapan bahwa mereka belajar di Perguruan Tinggi adalah bukan untuk ikut Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) tetapi untuk kuliah atau belajar. Tetapi sebagian lagi berpandangan orang ikut UKM mereka berpandangan bahwa dengan ikut UKM mereka mencari pengalaman, menambah curriculum Vitae, untuk mendapatkan pengalaman kerja, dll. Realitasnya, apa yang dialami UKM Pramuka di UGM juga mendapatkan dampaknya dari jumlah mahasiswa UGM yang masuk setiap tahunnya sekitar 9000 mahasiswa pada tahun 2016 yang terlibat dan ikut Pramuka UGM hanya sekitar 45-50 orang dan yang aktif 30 orang.  Dalam organisasi Kepramukaan hal yang menarik ialah di dalam Hymne Pramuka telah secara jelas dituliskan sebagai berikut:

read more

Kunjungan Grup Riset Filsafat dan Politik Kewarganegaraan UNS Solo

Pusat Studi Pancasila UGM pada hari Rabu (18 Januari 2017) mendapatkan kunjungan dari Grup Riset Filsafat dan Politik Kewarganegaraan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS Solo). Rombongan dari UNS ini berjumlah 6 orang dipimpin oleh Dr. Winarno.

Dalam kunjungan tersebut  grup riset ini mengharapkan adanya kerjasama kemitraan antara PSP UGM dengan Grup Riset dari UNS ini. Kerjasama yang dimaksud adalah kerjasama di bidang inovasi Pembelajaran Pancasila, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat.

read more

What Wrong With Indonesian Classroom?

Selasa (17/1/2017) Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan diskusi Seri Pemikiran Pancasila dengan tema : “Mempertegas Pedidikan Karakter Berdasarkan Pancasila” yang diselenggarakan pada hari Selasa, 17 Januari 2017 di R. Bhinneka Tunggal Ika. Diskusi seri pemikiran ini mengundang pemantik diskusi Ben Senang Galus, Staf DIKSPORA Bidang DIKMENTI. Ben Senang Galus menyampaikan makalahnya berjudul “Pembentukan Individu Baru (Manusia Pancasila) Melalui Pendidikan Karakter”. Ben Senang Galus merujuk pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa kita semua adalah guru dan setiap rumah adalah tempat perguruan. Ada dua poin yang dipaparkan ialah pertama, pedagogik hitam, dan kedua pendidikan karakter. Pertanyaan bagaimana karakter generasi muda saat ini?, kemudian kita jawab. Kita mengalami emergency karena beberapa sebab yaitu terputusnya hubungan antara generasi, kekerasan ideologis baru, involusi kebudayaan, disorientasi kultural, ethico mytucal nuclesus, mengalami kematian.

read more

Catatan Awal Tahun 2017 PSP UGM

Rabu (4/1/2017), Pusat Studi Pancasila UGM mengadakan rapat kecil tim ahli sebagai tindak lanjut dari rapat tim ahli sebelumnya pada hari Rabu (28/12/2016), sebagai pembuka awal tahun 2017. Rapat ini tim ahli Pusat Studi Pancasila memaparkan dan mengindentifikasi persoalan kebangsaan yang menjadi urgen dan mendesak untuk menjadi kajian ilmiah dan pergerakan. Beberapa isu strategis penting telah dipaparkan oleh Dr. Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM yang sifatnya ancaman, hambatan, dan tantangan ke depan Bangsa Indonesia yang secara ideologis berpengaruh pada mental dan karakter bangsa dalam menghadapi masa depan serta tahun yang baru.