PSP UGM Mengadakan Pelatihan dan Pendampingan kePancasilaan

PSP UGM Mengadakan Pelatihan dan Pendampingan kePancasilaan

Sabtu, (12/8/2017) Pusat Studi Pancasila UGM, memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pemutaran film pendek terkait dengan  proses perumusan Pancasila. Para peserta yang hadir dalam ialah komunitas Gerakan Rakyat cinta Pancasila. Para peserta yang hadir sebanyak 20 orang dari berbagai desa atau dusun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan pengarahan dan pengetahuan terkait strategi dan cara untuk memutar film pendek terkait dengan proses perumusan Pancasila untuk diberikan kepada warga masyarakat di seluruh desa, RW, dan RT.  Dalam kesempatan ini, materi ini diberikan oleh Dr. Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM. Tujuan pemutaran film ini supaya memberikan pemahaman kepada warga masyarakat pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

read more

Baca selengkapnya

BAPPENAS RI – PSP UGM: Menggagas Pembangunan berparadigma Pancasila

BAPPENAS RI – PSP UGM: Menggagas Pembangunan berparadigma Pancasila

Jumat (11/8/2017), Pusat Studi Pancasila UGM mendapatkan kunjungan dari perwakilan Bappenas yang dipimpin oleh Bapak Wariki Sutikno, Direktur Politik dan Komunikasi, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS) Republik Indonesia.  Tujuan dari kedatangan tim dari BAPPENAS ialah untuk mendapatkan masukan dan pandangan terkait draft naskah Wawasan Kebangsaan yang sedang dirumuskan oleh Tim dari BAPPENAS. Pada naskah awal telah ditegaskan dan dirumuskan oleh BAPPENAS berpijak pada Pancasila sebagai paradigma pembangunan.

read more

Baca selengkapnya

FGD ESD di Desa Towangsan Gantiwarno

FGD ESD di Desa Towangsan Gantiwarno

 Selasa (23/05/2017), Program Pengabdian kepada Masyarakat PSP UGM menyelenggarakan FGD terkait dengan penguatan kapasitas dan peran masyarakat terhadap proses pembangunan desa yang berparadigma Pancasila. FGD ini merupakan salah satu agenda kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Mendesign Pusat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan (ESD) Indonesia Berbasis Komunitas Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila di Desa Towangsan Ganti Warno, Klaten Jawa Tengah”. Focus Group Discussion (FGD) ini merupakan bagian terpenting dalam proses penyusunan grand design dan konsep untuk membangun Pusat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan untuk Pembangunan ang berkelanjutan (ESD) Indonesia berbasis Komunitas berdasarkan Nilai-nilai Pancasila di Desa Towangsan, Ganti Warno, Klaten Jawa Tengah. Dalam FGD akan membahas dan mengindentifikasi seputar persoalan desa dan potensi desa yang muncul dan berkembang akhir-akhir ini dalam kerangka pembangunan. Pembangunan yang dimaksud tidak hanya pembangunan infrastruktur secara fisik tetapi juga pembangunan dalam segala aspek kehidupan. Desa merupakan unit terkecil dari negara yang dapat menjadi potret bentuk dan dinamika negara. Untuk itu, Desa memiliki peran penting dalam membangun suatu negara yang berkelanjutan, berkesejahteraan, dan bahagia.

read more

Baca selengkapnya

Pelatihan ESD di Desa Towangsan Gantiwarno

Minggu (16/07/2017) Program Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Studi Pancasila UGM
melalui hibah pengabdian kepada Masyarakat bertema “ Pelatihan ESD: Implementasi Nilai-
Nilai Pancasila dalam Tiga Aspek ESD” yang diselenggarakan di Gebyok Kebangsaan, Desa
Towangsan, Gantiwarno, Klaten Jateng pada hari Minggu, 16 Juli 2017 mulai pukul 09.00-
16.00 WIB. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi dan berbagi pengalaman
dan pengetahuan kepada Karang Taruna dan komunitas untuk membangun masyarakat dan
generasi muda memiliki kesadaran tentang pentingnya kehidupan berkelanjutan.

read more

Baca selengkapnya

Kunjungan Gerak Pancasila ke PSP UGM

Kunjungan Gerak Pancasila ke PSP UGM

Kamis (3/08/2017), Pusat Studi Pancasila UGM mendapatkan kunjungan dari komunitas atau kelompok  masyarakat yang mengatasnamakan Gerak Pancasila. Gerak Pancasila merupakan komunitas yang dibentuk dari kesadaran dan kepedulian terhadap upaya untuk merawat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa. Gerak Pancasila ini mendapatkan pengarahan dan orientasi isu kebangsaan dari Dr. Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM.
Gerak Pancasila bermaksud kunjungan bertujuan menjalin sinergitas antara Gerak Pancasila dengan Pusat Studi Pancasila sebagai lembaga riset dan pendidikan di Universitas. Salah satu juru bicara Gerak Pancasila, Harry Cahya mengatakan bahwa Ini kami memiliki 3 M ( Materi, Momentum, dan Metode) yaitu materi dari berbagai acara kebangsaan terutama Kongres Pancasila IX, momentum karena ini berkaitan dengan akan peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2017, dan metode, bahwa setiap komunitas memiliki metode tersendiri.
Perwakilan dari Gerak Pancasila ialah bapak Dewa, menurut Bapak Dewa, bahwa PSP UGM dilihat memiliki aras komplek. Gerak Pancasila yang diinisiasi pada 1 Juni merupakan komponen masyarakat, memikirkan terkait aras dan area ini suatu keharusan. Setelah 1 Juni gerak Pancasila mengadakan Mural dan Syawalan Kebangsaan. Gagasan dari Gerak Pancasila ialah melihat negara yang sudah memunculkan momentum dengan melahirkan UKP-PIP ini, upaya untuk penguatan ideologi tidak hanya dari top down tetapi juga bottom up.  Sebagai awal gerakan ini bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN SUKA Yogyakarta untuk melakukan follow up terkait upaya penguatan Pancasila.  Kerisauhan dari Gerak Pancasila, ialah negara yang disusupi oleh kelompok-kelompok intoleran yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara perlu ada upaya solusi dan penanganan serius.
Kami sebagai masyarakat, ketika ruang demokrasi yang semakin terbuka sejak pasca Reformasi ini menunjukkan kelompok-kelompok Pancasila ini tidak bersatu sampai pada dikeluarkan Perppu Ormas kami melihat ini sudah berbahaya, kalau gerakan ideologisasi Pancasila masih dibahas pada tingkatan atas dan tidak tingkatan kampung atau massa akan berbahaya. Kalau kita menggunakan terminologi “perang” bahwa itu sudah terjadi kampung. Misalnya, setiap ditemukan kelompok intoleran tersebut sudah masuk di tengah-tengah kampung, ujar pak Yang.
Kasus lain, masjid kota Gede, saat ini sudah dikuasai oleh orang “asing” yang menganggap kegiatan budaya dianggap musrik, padahal hal itu ruang budaya dan tradisi justru dianggap lain. Seperti kondisi di kelompok atau group tingkat pelajar atau generasi muda, banyak kalangan yang sudah membenturkan dengan keyakinan. Selain itu, kita juga dipertemukan dengan kampung tengah (yaitu persoalan perut). Tambah pak Yang, salah satu anggota Gerak Pancasila.
Perlu penyelamatan kampung dari persoalan-persoalan kebangsaan. ada upaya untuk mendialogkan atau rembug Pancasila dengan generasi muda dan pemuda Pancasila untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat, mengapa perlu Pancasila?, kenapa terjadi fenomena terbitnya Perppu Ormas? Menguraikan pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi bangsa. Harapannya kita bisa ditemani (dikancani) untuk melakukan gerakan gerak Pancasila.

read more

Baca selengkapnya

Kegiatan Pusat Studi Pancasila

Penelitian

Mengadakan penelitian terhadap praktek hidup keagamaan, hukum, ekonomi, sosial, politik, ketahanan nasional, hak-hak asasi manusia, budaya nusantara dan teknologi

Seminar & Diskusi

Mengadakan seminar, diskusi dan studi banding nasional, regional dan internasional mengenai Pancasila.

Penerbitan

Menerbitkan jurnal, buku-buku tentang Pancasila dan hasil-hasil kajian dari kegiatan Pusat Studi Pancasila.

Kerjasama

Menjalin kerjasama dengan kelompok studi para pakar dari berbagai disiplin ilmu, dalam rangka pengembangan konsep filsafat Pancasila yang bersifat multidisipliner.

Agenda PSP UGM

28 Feb

Diskusi Seri Pemikiran Pancasila (8)

Tema: Restorasi Kebudayaan Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila
Narasumber: Dr. Sriyono (Dosen ISI Yogyakarta)
Tempat: Pusat Studi Pancasila UGM
Hari: Selasa, 28 Februari 2017

Profil PSP UGM

Pusat Studi Pancasila berdiri sejak 12 Juli 1995 ditetapkan melalui Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor: UGM/87/3966/UM/01/37. PSP memiliki core research tentang kebangsaan, ideologi, citizenship, sejarah bangsa, dan pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan utama PSP mencakup penelitian, kajian, training, dan diskusi rutin. Sebagai lembaga riset yang berbasis pada ideologi, PSP memiliki peran yang strategis dalam mewacanakan, mengembangkan, dan membudayakan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara akademik maupun secara praktis.

Berita Lain

Mendesain Desa Pancasila di Wukirsari

Jumat (26/07/2017) Pusat Studi Pancasila menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mendesain Desa Pancasila di Wukirsari”. Kegiatan ini merupakan salah satu program Pengabdian kepada masyarakat dalam bidang desa binaan yang diberikan mandat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UGM kepada Pusat Studi Pancasila UGM. Kegiatan FGD diselenggarakan di Kantor Kelurahan Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul Yogyakarta. Pada kesempatan ini kegiatan FGD melibatkan para perangkat desa seperti kepala dusun, karang taruna, perangkat desa seperti Pengelola BUMDes, dan jajaran kelurahan. Narasumber kegiatan ini adalah Dr.Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM,  Syarif Hidayatullah, S.Ag,M.Ag, anggota tim, dan Bapak Bayu Bintoro, Kepala Desa Wukirsari yang diwakilkan oleh stafnya.

read more

Lomba Film dan Animasi Pancasila

Pancasila sebagai ideologi negara yang mengandung nilai ketuhanan (saling menghormati ditengah perbedaan keyakinan), kemanusiaan (memperlakukan manusia dengan baik), menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, dan nilai keadilan harus lebih ditegaskan lagi kepada seluruh masyarakat sebagai pandangan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Transfer nilai-nilai ideologi negara (Pancasila) harus dilakukan dengan masif melalui berbagai media yang dapat dijangkau dengan mudah oleh seluruh warga negara Indonesia di seluruh pelosok negeri. Salah satu bentuk transfer nilai-nilai tersebut adalah melalui videografi yang saat ini menjadi kegemaran segala usia dari yang tua hingga yang muda.

read more

PSP UGM: Sarasehan Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2017

Sarasehan Refleksi Hari Kebangkitan Nasional
Jumat (19/5/2017), Pusat Studi Pancasila UGM bekerjasama dengan Forkom UKM UGM menggelar kegiatan Sarasehan Refleksi Hari Kebangkitan Nasional di pendopo Wisma Kagama. Tema yang diangkat dalam Sarasehan Refleksi Hari Kebangkitan Nasional “Anak Muda Bicara Masa Depan Bangsa” bertujuan untuk mengajak generasi muda merumuskan Masa Depan Bangsa. Dinamika kehidupan bangsa Indonesia selama ini mengalami berbagai persoalan dan tantangan yang cukup kompleks. Peran Pemuda diperlukan untuk memiliki kepekaan sosial dan kebangsaan dalam membaca realitas kebangsaan yang terjadi saat ini. Untuk itu, menumbuhkan semangat kembali generasi muda dalam membangun pemikiran kritis dan bangkit dari keterpurukan menjadi kata kunci penting untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik ke depan. Adapun narasumber dari Sarasehan ini adalah: Alfath Bagus P.E.I, Presiden BEM KM UGM, Mentari Rizki U, Ketua Forkom UGM, Ir. Gunung Radjiman, KAGAMA, dan Bpk. Wintolo, Aktivis pergerakan tahun 1997/98.

read more

Peran Pramuka dinanti!, Sebagai Integrator Kebangsaan

Selasa, (21/3/2017) Pusat Studi Pancasila UGM menyelenggarakan Diskusi Seri Pemikiran  Pancasila dengan tema: “Mempertegas Peran Pramuka dalam Upaya Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila di Perguruan Tinggi: Hambatan dan Tantangan”, di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, kegiatan ini menghadirkan narasumber Slamet Riyadi, D dari UKM Pramuka. Organisasi Pramuka sejak lama ada sering di pandang sebelah mata dan kurang mendapatkan perhatian dari kalangan muda. Pramuka dianggap organisasi “jadul”, konvensional, dan terkesan kuno karena image Pramuka selalu identik dengan kemah dan acara jejak petualang.
Menurut Slamet, Pemikiran orang atau mahasiswa tentang Pramuka di Perguruan Tinggi pada era sekarang ini menunjukkan bahwa mengikuti organisasi terkadang menyita waktu karena mahasiswa sekarang ini beranggapan bahwa mereka belajar di Perguruan Tinggi adalah bukan untuk ikut Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) tetapi untuk kuliah atau belajar. Tetapi sebagian lagi berpandangan orang ikut UKM mereka berpandangan bahwa dengan ikut UKM mereka mencari pengalaman, menambah curriculum Vitae, untuk mendapatkan pengalaman kerja, dll. Realitasnya, apa yang dialami UKM Pramuka di UGM juga mendapatkan dampaknya dari jumlah mahasiswa UGM yang masuk setiap tahunnya sekitar 9000 mahasiswa pada tahun 2016 yang terlibat dan ikut Pramuka UGM hanya sekitar 45-50 orang dan yang aktif 30 orang.  Dalam organisasi Kepramukaan hal yang menarik ialah di dalam Hymne Pramuka telah secara jelas dituliskan sebagai berikut:

read more